Sebelum bertolak ke Magelang, Presiden Prabowo memulai hari dengan berenang selama satu jam pada pukul 05.00 WIB di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor. Rutinitas tersebut mencerminkan disiplin Kepala Negara dalam menjaga kebugaran fisik di tengah agenda kenegaraan yang padat.
Pidato Tertutup Presiden Prabowo di Akmil Magelang
Setibanya di Akmil Magelang pada Sabtu, 18 April 2026, Presiden Prabowo langsung memberikan pidato utama di hadapan para peserta. Sesi pengarahan itu digelar secara tertutup, dan Presiden meminta wartawan tidak meliput jalannya pidato.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa ia ingin berbicara secara terbuka dan apa adanya kepada para Ketua DPRD. Menurutnya, suasana tertutup diperlukan agar komunikasi berjalan lebih jujur dan langsung.
“Saya ingin bicara apa adanya. Mungkin kalau saya bicara nanti ada yang kurang berkenan, tersinggung, sedih,” ujar Prabowo.
Presiden juga memastikan bahwa wartawan telah keluar dari ruangan dan kamera yang tetap berada di dalam ruangan merupakan aset negara. Ia turut menyampaikan permintaan maaf kepada awak media atas kebijakan penutupan sesi tersebut.
“Maaf, ya, wartawan karena ada masalah di dunia sekarang ini,” ucapnya.
Retret Ketua DPRD Fokus pada Sinkronisasi Asta Cita
Retret pimpinan DPRD yang berlangsung pada 15–19 April 2026 ini mengangkat tema Memperkuat Peran Pimpinan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota guna Mendukung Asta Cita Menyongsong Indonesia Emas 2045.
Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyatukan persepsi para pimpinan DPRD di seluruh Indonesia. Sinkronisasi tersebut dinilai penting agar program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dapat berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.
Selain itu, retret ini juga diarahkan untuk mempersiapkan daerah menghadapi tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Lemhannas berharap forum ini dapat melahirkan negarawan-negarawan daerah yang berintegritas dan memiliki visi kebangsaan yang kuat.
Sebelum menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo, para peserta lebih dulu mendapatkan pembekalan dari sejumlah pejabat pusat. Beberapa narasumber yang hadir antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto.