DPR Awasi Ketat BGN Usai Ramai Polemik Anggaran Semir Sepatu Rp 1,5 Miliar



Jakarta – Komisi IX DPR RI menegaskan komitmennya untuk mengawasi ketat jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pengawasan ini makin digencarkan di tengah polemik alokasi anggaran BGN yang memicu sorotan tajam dari publik, salah satunya terkait pengadaan semir dan sikat sepatu senilai Rp 1,5 miliar.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ade Rezki Pratama, menyatakan bahwa pihaknya sebagai pengawas akan selalu memperhatikan kelayakan operasional di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan program unggulan Presiden Prabowo Subianto benar-benar mencetak generasi emas melalui pemenuhan gizi yang optimal sejak dini.

Penjelasan BGN soal Anggaran Semir Sepatu Rp 1,5 Miliar

Polemik anggaran BGN mencuat setelah terungkapnya pembelian paket semir dan sikat sepatu senilai total sekitar Rp 1,52 miliar. Kepala BGN, Dadan Hindayana, membenarkan pengadaan tersebut dan merinci bahwa anggaran digunakan untuk membeli semir senilai Rp 1,25 miliar dan sikat semir sebesar Rp 272 juta.

Menurut Dadan, perlengkapan itu diperuntukkan bagi 30.299 peserta pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tahun 2025 yang bertugas mendukung pelaksanaan proyek MBG. Pengadaan barang ini diklaim tidak dilakukan langsung oleh BGN, melainkan dieksekusi melalui skema swakelola tipe II yang melibatkan Universitas Pertahanan.

Temuan ICW dan Dinamika Kepemimpinan BGN

Di samping masalah anggaran semir sepatu, pelaksanaan MBG juga menuai kritik terkait dampaknya terhadap para tenaga pendidik. Berdasarkan laporan Indonesia Corruption Watch (ICW), dari aduan yang masuk, sebanyak 87 persen guru merasa program MBG telah menimbulkan ketidakpastian karier dan memengaruhi kesejahteraan mereka.

Rentetan kontroversi pengadaan dan keluhan di lapangan ini membuat kepemimpinan Dadan Hindayana disebut tengah berada di bawah tekanan opini publik. Di sisi lain, muncul dinamika baru di tubuh BGN, di mana sosok Nanik S. Deyang diproyeksikan kian menonjol karena aktif turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi dan mengatasi persoalan teknis MBG.

Harapan DPR untuk Masa Depan MBG

Merespons berbagai dinamika di tubuh BGN tersebut, DPR meminta agar tata kelola program makan bergizi gratis terus diperbaiki agar tujuan utamanya tidak melenceng.

Ade Rezki menyampaikan optimismenya bahwa jika dieksekusi dan diawasi dengan transparan, program ini akan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Tidak hanya itu, pelibatan petani dan peternak lokal dalam menyuplai bahan baku di sekitar SPPG diyakini memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di masa depan.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama